|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 10 March 2010 17:09 |
|
RINGKASAN AJARAN SANG GURU SEJATI
Ajaran Sang Guru Sejati adalah wahyu Ilahi yang diturunkan secara berturut-turut mulai tanggal 14 Februari 1932 sampai Januari 1933 di Sala melalui Bapak Soenarto Mertowardojo.
Rangkaian wahyu Ilahi tersebut dicatat dan kemudian dihimpun dalam buku Sasangka Jati. Wahyu tersebut diturunkan dan dicatat dalam bahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa, antara lain bahasa Indonesia, bahasa Sunda dan bahasa Inggris.
Wahyu Ilahi tersebut merupakan Sabda Tuhan Yang Maha Esa yang ditujukan kepada seluruh umat manusia. Dalam Sabda tersebut, Tuhan menyebut diri-Nya sebagai Panutan, Penuntun dan Guru yang Sejati bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, maka seluruh Sabda tersebut disebut Ajaran Sang Guru Sejati.
Maksud dan tujuan kehadiran Sang Guru Sejati adalah hanya untuk memperbaiki rusaknya kepercayaan (baca : keimanan) yang benar, namun tidak untuk mengganti tatanan dan aturan Tuhan yang telah ada yang umumnya disebut agama serta juga tidak untuk mendirikan agama baru.
Sang Guru Sejati hanya hendak menunjukkan jalan benar dan jalan simpangan serta mengingatkan kepada mereka yang lupa akan kewajiban suci, juga memberikan petunjuk tentang pengolahan hati dan cipta bagi mereka yang percaya.
Pada intinya ajaran Sang Guru Sejati memberikan pelajaran dan petunjuk untuk :
- Mengingatkan semua umat yang lupa akan kewajiban suci, yaitu mereka yang ingkar (murtad) terhadap perintah Allah.
- Menunjukkan jalan benar, yaitu jalan utama yang berakhir pada kesejahteraan, ketentraman, dan kemuliaan abadi.
- Menunjukkan adanya jalan simpangan yang berakhir pada kegelapan, kerusakan, dan kesengsaraan.
- Menunjukkan larangan Tuhan yang harus dijauhi dan dihindari, jangan sampai dilanggar.
- Menunjukkan adanya Hukum Abadi yang menguasai Alam Semesta dan kehidupan umat manusia, baik di dunia ini maupun di alam baka nantinya.
- Menerangkan tentang dunia besar, yaitu alam semesta di luar diri manusia, dan dunia kecil, yaitu badan jasmani dan rohani di dalam diri masing-masing manusia, dalam satu kesatuan alam semesta seisinya.
Ajaran Sang Guru Sejati, ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan, mengandung pelajaran-pelajaran tentang:
- Ilmu ke-Tuhan-an (Tauhid dan Tasawuf) yang mengajarkan dan menerangkan sifat, kebijaksanaan, keadilan dan kekuasaan serta ‘keberadaan’ Tuhan Yang Maha Tunggal.
- Filsafat Hidup yang menerangkan dan menjelaskan akar permasalahan dan kejadian dalam kehidupan setiap diri manusia serta bagaimana harus bersikap agar mampu mengatasi dan menanggulangi segala perkara dengan sempurna.
- Ilmu Jiwa (Psikologi) yang menerangkan dan menjelaskan tentang susunan (struktur) jiwa dan komponen/bagian-bagian jiwa serta fungsi, mekanisme kerja dan saling hubungannya satu dengan lainnya.
- Ilmu Kesehatan, utamanya kesehatan jiwa yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jasmani.
- Metafisika yang menerangkan dan menjelaskan tentang keberadaan hal-hal non fisik yang halus dan tidak dapat tertangkap dengan pancaindera dan/atau alat-alat di dalam kehidupan di dunia ini, di samping hal-hal yang fisik (materi) kasar.
- Ilmu Seni Hidup yang memberikan petunjuk praktis tentang cara pengelolaan pikiran, perasaan dan kecenderungan nafsu-nafsu dalam menyikapi terhadap situasi yang dihadapi dan kondisi yang dialami, agar tetap tegar dalam pasang surutnya keadaan serta tidak terombang-ambing oleh segala perubahan situasi dan kondisi kehidupan. Karena yang bersangkutan telah mampu menciptakan ketentraman dan kedamaian serta kemandirian (dari ketergantungan pada perubahan situasi dan kondisi kehidupan) dalam jiwanya sendiri.
|