Sunday, 05 Sep 2010
You are here: Home Hastasila
Hastasila PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 10 March 2010 17:20

KEWAJIBAN DELAPAN PERKARA
(HASTA SILA)


Tri Sila
Tri Sila yaitu ibadah hati dan cipta tiga perkara kepada Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan Kewajiban Besar yang sangat perlu ditunaikan setiap saat, yaitu :

1.    Sadar
2.    Percaya (Iman), dan
3.    Taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.


SADAR

Sadar, dalam pengertian selalu ingat, yang berarti Berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun keadaan Tuhan Yang Maha Esa disebut Tripurusa, artinya satu keadaan yang bersifat tiga, yaitu :
1.    Suksma Kawekas (Tuhan Sejati), dalam bahasa Arabnya Allah Taala
2.    Suksma Sejati (Pemimpin Sejati = Penuntun Sejati = Guru Sejati), Utusan Tuhan Yang Abadi
3.    Roh Suci Manusia Sejati, yaitu jiwa manusia yang sejati

Kesadaran setiap saat kepada Tuhan Yang Maha Esa tersebut hendaknya diupayakan menjadi suatu kebiasaan. Saat dalam perjalanan, bersantai, bekerja, tidur, dan pada kesempatan apapun hendaknya tetap sadar dan ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan menyadari dan selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka kita akan dituntun ke dalam watak bijak, yaitu mampu membeda-bedakan hal yang benar dan yang salah, hal yang nyata dan yang tidak nyata.

PERCAYA

Percaya dan beriman merupakan ikatan batin yang kuat yang menggandengkan yang percaya dengan yang dipercayai, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Iman itulah yang mengalirkan Tuntunan, Perlindungan, Pertolongan dan Kasih dari Tuhan Yang Maha Esa kepada diri kita. Tanpa Percaya atau Iman, ibarat manusia memutus ikatan batin yang menggandengkan dirinya dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Maka hendaknya diupayakan dengan kepercayaan penuh kepada Penuntun Sejati kita di dalam hati sanubari, agar kita mendapatkan perlindungan selama-lamanya dan memperoleh tuntunan untuk berjalan di jalan benar sampai tiba pada tujuan hidup yang hakiki.

TAAT

Yang dimaksud Taat adalah mematuhi seluruh perintah serta tidak melanggar larangan Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana telah disampaikan oleh Utusan Tuhan Yang Sejati kepada seluruh umat manusia.
Jika kita benar-benar taat kepada Tuntunan Tuhan Yang Maha Esa, maka tidak akan ada hal yang bisa menyimpangkan diri kita dari jalan benar yang kita jalani.

PANCA WATAK UTAMA (PANCA SILA)


Panca Watak Utama yaitu Watak Utama lima perkara. Agar supaya sempurna dalam menunaikan kewajiban tiga perkara dalam Tri Sila, setiap orang wajib mengupayakan dengan penuh kesungguhan untuk memiliki watak dan perilaku baik lima perkara yaitu :
1.    Rela
2.    Narima (Tawakal)
3.    Jujur
4.    Sabar
5.    Budiluhur


RELA

Sesungguhnya yang disebut rela itu hati yang lapang untuk menyerahkan seluruh milik, hak, dan hasil karyanya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tulus ikhlas. Karena menyadari bahwa semuanya itu berada dalam Kekuasaan Tuhan, maka tidak ada satu hal pun yang lekat di hatinya.
Orang yang telah memiliki watak Rela, tidak pantas jika masih mengharapkan hasil buah karya dan perbuatannya, apalagi sampai merasa susah dan berkeluh kesah saat mengalami semua penderitaan, penghinaan, fitnah, kehilangan harta benda, jabatan, kematian dan sebagainya.
Orang yang rela itu sama sekali tidak menghendaki sanjungan dan popularitas. Orang yang rela itu memiliki watak : tidak lekat pada segala hal yang bisa rusak, akan tetapi bukan orang yang mengabaikan kewajiban.
Intinya, barangsiapa yang bermaksud memiliki watak rela, belajar dan biasakanlah ringan tangan menolong orang lain untuk kebaikan dengan ikhlas dan sesuai kemampuan yang dimiliki.  Dengan cara demikian, secara bertahap akan mencapai tingkatan : tidak dikuasai dan tidak menguasai pesona maya keadaan dunia.

NARIMA (TAWAKAL)
Narima itu cenderung kepada ketentraman jiwa, jadi bukan orang yang malas dan enggan bekerja, akan tetapi yang bisa menerima apa yang menjadi haknya.
Narima itu bukan menginginkan milik orang lain serta tidak iri hati terhadap keberuntungan orang lain. Oleh karena itu, orang yang narima itu dapat dikatakan sebagai orang yang bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Watak Narima  itu adalah suatu kekayaan yang tidak bisa habis, maka barangsiapa mencari kekayaan usahakan dalam watak narima.
Hanya watak Narima yang menuntun kita menuju pencerahan jiwa, karena watak Narima mengandung ketenangan dan ketentraman jiwa sehingga kita tidak terpengaruh oleh pasang surutnya gelombang kehidupan yang melanda.

JUJUR
Jujur artinya menepati janji atau menepati kesanggupan, baik yang telah diucapkan atau pun masih dalam bentuk niat (dalam batin).
Karena orang yang tidak melaksanakan niatnya, berarti mendustai batinnya sendiri.  Apabila niat tersebut telah diucapkan, maka dustanya tersebut disaksikan oleh orang lain.
Jujur itu mendatangkan rasa keadilan, sedang rasa keadilan menuntun ke arah kemuliaan abadi. Jujur itu memberikan keberanian dan ketentraman kepada jiwa serta mensucikan jiwa dan menjadikan tulusnya budi pekerti.
Sesungguhnya orang yang tidak dapat dipercaya ucapannya, atau tidak menepati janji dan kesanggupannya, termasuk golongan orang munafik (pura-pura). Orang yang demikian itu tidak akan mendapatkan Kasih Tuhan.

SABAR
Watak sabar adalah budi pekerti yang terbaik yang harus dimiliki oleh setiap orang.  Sabar itu artinya mampu menampung segala perkara, kuat menghadapi segala percobaan, tidak berputus asa, serta sentosa jiwanya, luas wawasannya, tidak picik, pantas jika dikatakan sebagai lautan pengetahuan.
Ibarat lautan yang mampu menampung diisi apa saja dan tidak meluap karena dituangi air sungai dari mana saja.
Usahakan menghindari watak picik serta temperamental. Orang yang picik itu disebabkan oleh karena pikirannya dibatasi oleh pemahamannya, sehingga menganggap keliru pemahaman orang lain yang tidak sama dengan pemahamannya sendiri.

BUDILUHUR
Yang dimaksud budiluhur adalah sikap manusia yang mirip dengan Watak dan Sifat Tuhan Yang Maha Luhur, yaitu belas kasih kepada sesama umat, suci, adil, tidak membeda-bedakan tinggi rendahnya derajad seseorang, kaya atau miskin, diperlakukan seperti saudara sendiri tanpa mengabaikan etika dan kesusilaan.
Uraian tentang budiluhur baru dapat dipahami, setelah terlebih dahulu memahami uraian tentang : rela, narima, jujur dan sabar.

Comments (0)
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."