Bencana Merapi & Tsunami

22 November 2010
WARGA RANTING SRUMBUNG TERKENA IMBAS PANAS GUNUNG MERAPI


Pada tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merapi mengeluarkan awan panas yang disebut penduduk setempat dengan Wedhus Gembel. Desa-desa yang berada dalam radius 10 Km luluh karenanya.
Cabang Pangestu memiliki ranting di desa Srumbung yang berjarak 12 Km dari puncak Gunung Merapi, mereka  merasakan panasnya Wedhus Gembel itu, dan mengungsi atau turun ke Muntilan sebanyak 34 KK (72 jiwa) di rumah warga Pangestu yang berada di kota Muntilan, Pada tanggal 27 pagi Bidang IV Pengurus Pusat Pangestu dibantu Sekretariat Pusat dan Bakominfo Pangestu di lapangan berkordinasi dengan Korda Jateng VIII membentuk tim Budidarma Gunung Merapi dan Korban Tsunami P.Pagai, Mentawai.


Tgl. 30 Oktober 2010 Bapak Ketua Pengurus Pusat Pangestu, telah meninjau ke Muntilan. Secara simbolik beliau, menyerahkan bantuan budidarma dalam bentuk : makanan, pakaian dan obat2-an yang terkumpul di Jakarta selanjutnya rekan-rekan dari wilayah Korda Jateng I dan Jateng VIII meneruskan “door to door” ke warga-warga sesuai dengan pendataan yang telah dilaksanakan.
Bapak Ketua Pengurus Pusat, Bapak  Budi Darmadi telah menetapkan :
1.    Kegiatan Korda Jateng VIII  mendampingi para warga di Srumbung dilanjutkan 2 minggu ke depan.
2.    Minggu Pertama November, tugas piket dari Korda I dan minggu kedua Korda Jateng VIII sambil melihat kondisi Gunung Merapi.
3.    Bantuan budidarma sekedar meringankan saudara yang berada di Pagai akan disalurkan lewat badan resmi PMI.
Mari, kita melaksanakan budidarma; membabarkan kasih sayang kepada mereka yang dalam kesulitan sesuai dengan kemampuan dengan tanpa pamrih dan tanpa paksaan. Sang Guru Sejati senantiasa melindungi hamba-Nya yang bakti dan taat.
Satuhu.

Add comment


Security code
Refresh